copy rights PT Access One Indonesia, 2013
Sinopsis Buku
The Power of NOW oleh Eckhart Tolle
Saya menemukan sebuah buku yang sangat mengagumkan, yang membuat saya tidak
mau melepaskan sesaatpun membacanya hingga halaman terakhir. Buku ini
menggambarkan sebuah frame pikiran bukanlah diri kita. Karena ketika tubuh kita secara
medis meninggal, maka pikiran kita juga ikut tiada. Ada sesuatu di luar pikiran yang
seharusnya dapat ‘mengendalikan’ pikiran. Masalahnya, kita seringkali tidak menyadari hal
ini, dan cenderung menganggap pikiran adalah kita. Sehingga apapun identitas yang
diberikan oleh orang lain maupun pikiran kita, itulah kita.
Dengan menyadari hal ini, kita kemdian dibawa kepada apakah masa lalu dan masa
depan itu? Sesuatu yang real-kah ? Atau sama sekali tidak real? Karena sesuai judulnya,
buku ini menawarkan alternatif memfokuskan diri pada saat sekarang, sebagai satu-satunya
hal yang real. Dengan melakukan fokus pada saat sekarang, kita akan bisa lebih efektif dan
efisien dalam menghadapi apapun. Kenapa? Karena dengan menyadari saat sekarang,
kita membendung pikiran kita memikirkan masa lalu dan masa depan yang tidak real, yang
akan menganggu proses kita menikmati masa sekarang.
Buku ini agak sedikit berat untuk dibaca, namun dengan sedikit memaksakan diri, anda
akan menemukan pencerahan yang indah. Buku ini masuk dalam Oprah Books Club, dan
sempat diulas oleh Oprah Winfrey. Bukan karena itu saya ingin ikut-ikutan mengulasnya,
tapi karena buku ini memang menarik untuk dibaca dan mungkin membuat anda takjub
jika anda membuka pikiran anda untuk menerima hal-hal baru.
Sales kaya, sales miskin oleh Tirta Setiawan
Saya mengenal Tirta karena membeli rumah pertama saya darinya, sewaktu Tirta ‘baru’
memiliki 2 cabang broker property ETIKA di Gading Serpong. Tirta melayani saya langsung,
dan memang terasa betapa nyaman saya bertransaksi dengannya. Bukan karena saya
mengenal Tirta maka saya merekomendasikan buku ini untuk anda baca, tapi karena buku ini
mampu ‘mengingatkan’ kita bahwa seorang sales memang selayaknya menjadi kaya. Jika kita
masih pada tahap ‘miskin’, maka tinggal mengikuti langkah demi langkah yang telah dilakoni
Tirta, maka tahap ‘kaya’ akan anda raih.
Biasanya kita dihadapkan pada buku kisah sukses dari luar negeri. Dan seringkali kita kemudian
mengatakan, “Ah, lingkungannya berbeda.” Dengan membaca buku ini, minimal anda tidak
berani lagi berkata demikian. Tirta mengisahkan perjalanan hidupnya dari ‘sales miskin’,
menjual jasa percetakan tanpa punya percetakan hanya dengan self confidence yang tinggi.
Dia mengatakan bahwa dia mampu mencetak lebih bagus, lebih cepat dan lebih murah,
meskipun tanpa memiliki percetakan. Order pertamanya mengalami kerugian finansial karena
jumlah pesanan tidak banyak dan harus diantar ke Tangerang pula.
Tirta kemudian mengalami ‘pencerahan’ di bisnis properti yang mampu memberikan komisi 2
sampai 3 %, sehingga dia kemudian berpikir, jika mampu menjual 40 rumah, maka untungnya
sudah sebuah rumah. Buku ini kemudian memberikan anda langkah-langkah dan pegangan
hidup yang dia yakini, yang saya yakin akan bermanfaat buat anda. Buku yang menarik.


