copy rights PT Access One Indonesia, 2008
Mestakung oleh Prof. Yohanes Surya, Phd.

Buku ini mengisahkan perjuangan tim fisika Indonesia memulai debutnya di
panggung internasional hingga mampu melahirkan the absolute winner,
juara dunia, dalam olimpiade fisika 2006 di Singapura. Yang menarik, buku
ini bukan hanya berisi kisah mengharukan dan membahana semata, tetapi
memberikan landasan teori yang terasa segar.  Ilmu fisika memang sarat
dengan dasar-dasar yang mampu membuat kita mabuk kepayang karena
begitu indahnya jika dihubungkan dengan kenyataan hidup yang kita alami.
Terutama jika kita mengaitkannya dengan self motivation. Ambil contoh
fisika kuantum yang sangat terkenal dan memabukkan. Buku the Secret yang
melegenda juga berpijak pada landasan yang kurang lebih sama.

Mestakung atau alam semesta mendukung didasarkan pada teori bahwa
segala sesuatu yang berada dalam sebuah titik kritis, pada titik tertentu akan
menggerakkan alam semesta untuk mendukungnya, agar kembali
memperoleh keseimbangan. Yohanes Surya memberikan contoh air yang
dipanaskan umumnya akan mendidih dan secara perlahan, perlahan-lahan
akan menguap, karena intervensi panas dari luar. Namun pada titik tertentu,
yaitu  panas yang mencapai.....derajat celsius, seluruh molekul dalam air itu
secara bersama-sama, tanpa diintervensi lagi oleh panas dari luar, menjadi
uap.

Yohanes mencontohkan, tim fisikan pertama Indonesia berada dalam titik
kritis yang diciptakannya sendiri, yaitu berani mengundang 3 siswa terbaik
Indonesia ke Amerika Serikat untuk dilatih padahal belum tentu mereka
diundang dalam olimpiade fisika tersebut! Posisi kritis yang terjadi justru
menggerakkan alam semesta untuk mendukung diundangnya tim Indonesia.
Buku yang sangat menarik karena memberikan kita inspirasi yang sangat
kaya dengan teori fisika tak terbantahkan, bahwa jika kita menciptakan
situasi kritis, kita akan didukung sepenuhnya oleh alam semesta. Prof...Dr.    
peraih nobel fisika dari Jepang menceritakan bahwa di sekolah menengah
dia dikatakan bodoh dalam hal fisika oleh gurunya. Justru ini memacunya
untuk mendaftar di University of Tokyo jurusan Fisika. Ketika dia ingin
melanjutkan ke Princeton University di Amerika, dosennya memberikan
referensi yang sangat ’indah’: ”His results are not good, but he is not that
stupid.” Dia membuat dirinya pada titik kritis karena disangsikan demikian
banyak orang.  Buku yang amat menarik, seukuran saku, yang bisa anda
habiskan hanya dalam sejam tapi mungkin mengubah cara pandang anda
selamanya.
Sinopsis Buku
Ingin melanjutkan sinopsis buku lain?