copy rights PT Access One Indonesia, 2009
Catatan Editor
Komentar Senior dan Sahabat
Parwati Surjaudaja
Presiden Direktur OCBC NISP
Putu selalu kreatif dalam pemikiran maupun tindakan tapi
selalu penuh ketulusan dan integritas,  termasuk dalam
tulisannya "kecap no 2".  Dalam hal cara menjual yang
biasanya harus selalu diajarkan harus bombastis, Putu
memberikan alternatif yang lebih pragmatis dan mestinya
efektif.  Dunia terus berubah, dengan adanya krisis global saat
ini membuat kita lebih membumi lagi, sehingga approach
yang seperti disampaikan Putu bisa menjadi terobosan baru,
sederhana tapi mengena.
Mariko Asmara Yoshihara
CEO & Owner JAC Indonesia
Saya sangat setuju dengan pendapat penulis yang
menyatakan bahwa banyak sales man yang malu terhadap
profesi mereka, padahal kita semua tahu bahwa sales itu
adalah lifetime profession. Untuk bisa menjadi orang yang
sukses, kita harus menjadi seorang sales yang profesional di
lingkungan internal maupun external.  

Seperti yang dipaparkan oleh sang penulis, salesman yang
baik adalah salesperson yang MAU mengerti dan
me-response tepat waktu kebutuhan prospek/calon
pelanggan. Bila semua tindakan dilakukan dengan
persistance, sincere dengan diiringi pengetahuan akan
SWOT dari produknya, maka saya yakin salesman tersebut
bisa berhasil.

Namun disayangkan masih sedikit salesperson yang memiliki
sikap ini, umumnya mereka bekerja untuk target, komisi dan
bonus, sehingga menutup seluruh panca inderanya untuk
menangkap sinyal dari para calon pelanggan.

Namun saya yakin, bila kita bisa menjalankan advis penulis
mengenai cara menjual ala Timur sebanyak 6 butir itu, hasil
yang didapatkan pasti jauh lebih terasa. Human being itu
harusnya sangat simple dan mudah ditebak, untuk itu kita  
perlu mengasah ilmu kemanusiaan diri kita dengan lebih
baik (menjadi manusia yang  tidak acuh, tidak peka, kuper,
dan lain-lain ) .    
Erbe Sentanu
Penulis Quantum Ikhlas & Zona Ikhlas
Bila saya harus menulis buku tentang Sales dan Marketing
maka buku Kecap no 2 inilah yang akan saya tulis. Buku
yang ringkas dan padat ini menjelaskan bahwa kiat sukses
seorang sales dan marketing adalah integritas sikap kerja
yang inline diantara hati dan pikiran.

Buku Kecap no 2 ini sederhana dan lugas untuk dicerna
oleh mereka yang berprofesi dibidang penjualan yang
setiap hari bergelut dengan produknya untuk diperkenalkan
secara tepat kepada customer/clientmya. Mereka yang
disamping harus mengenal produk yang dijual juga harus
mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu karena selalu
berurusan dengan mahluk sosial lainnya.

Dalam buku Quantum Ikhlas saya menuliskan bahwa kita
adalah mahluk spiritual yang harus menyadari perannya
termasuk tugas dan kewajibannya. Kesadaran sebagai
seorang penjual yang bertugas menjual yang biasanya
sulit dijelaskan berhasil dikupas dengan tuntas dalam buku
ini. Buku ini akan menuntun Anda mengaplikasikan rahasia
menjadi seorang penjual yang profesional. Dengan ikhlas
dan sengaja.
Dwi Sutarjantono
Esquire Magazine
Dunia sales adalah dunia untung rugi. Setahu saya, yang terjadi
kemudian adalah upaya pemaksaan dari sales person kepada kita
para konsumen dengan segala cara yang sebenarnya makin
merugikan sales person itu sendiri karena kita justru makin tak
simpatik dan makin menolak. Membaca buku ini membuat saya
sebagai konsumen seakan dibuai dan dijanjikan akan berhadapan
dengan para sales person yang jauh dari kesan pembujuk atau
pemaksa. Akan hadir para sales person yang penuh nurani yang
benar-benar bisa mengerti kebutuhan kita, para konsumen; sales
person yang akan benar-benar membantu memberikan apa yang
kita perlu dengan ketulusan hati yang luar biasa.

Sebagai sebuah buku yang menulis  'tema berat' seperti ekonomi,
buku ini tak lantas membuat kening kita berkerut. Kita seperti
membaca esai-esai para motivator yang dengan jernih bercerita
berbagai pengalaman pribadinya yang sangat reflektif. Inilah
yang membedakannya dengan buku-buku teori dagang yang pasti
akan saya letakkan di urutan ke sekian saat harus memilih bacaan.
Judul Kecap No. 2 adalah bukti keliaran imajinasi penulis yang
sekaligus menunjukkan ketajaman berpikir dan analisanya.  

Dengan gaya penulisan bertutur, penulis berusaha menebarkan
obsesinya bahwa hakikat yang paling mendasar dalam hubungan
dagang tetaplah keikhlasan dan ketulusan hati nurani. Jika Anda
seorang sales person, sebuah pesan disampaikan penulis dengan
halus bahwa ada 'energi memberi' saat Anda menjual. Semakin
banyak Anda 'memberi' maka semakin banyak yang Anda 'terima'.
Dunia sales tak melulu untung rugi, tapi memberi dan menerima.
* Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan teknik menulis buku yang layak
terbit dan laku dijual, silakan hubungi:
rltoruan@gramediapublishers.com atau rltoruan@gmail.com
atau kunjungi: http://www.elexmedia.co.id
Beli Ketjap nomor Doea di
Gramediashop.com ?
Setelah membaca buku Ketjap Nomor Doea--yang dikemas
begitu interaktif seolah-olah kita/pembaca merupakan bagian
dari pelaku--Anda akan tersentak, bahwa Anda belum
membangun kekuatan posisi, kekuatan kepribadian, kekuatan
hubungan/komunikasi, dan kekuatan ilmu pengetahuan serta
kekuatan budaya. Setiap orang tentu ingin perubahan untuk
mencapai hasil/target yang maksimal/optimal. Buku ini akan
membantu Anda cara membangun kekuatan-kekuatan yang Anda
butuhkan yang akan Anda gunakan untuk mencapai target yang
Anda rencanakan.
Rayendra L.
Toruan*
Editor buku
Ketjap Nomor
Doea
Listen to recorded Talkshow  
Radio  Smart 95.90FM
Smart Package 2 Hours Training + 50 Books
limited time only, see details...